Institut Terkomersil di Bandung
temen : temen gw takut nyoba tekim ITB
gw : napa? (dalam hati: tekim aja takut, gmana kalo IF -> sombong lu na!)
temen : karena bangku tekim taun ini cuma 55 orang…
gw : whats? buset.. mau jadi macam apa institut ini? [sebagai informasi, biasanya jumlah mahasiswa tekim Institut Terkomersil di Bandung berkisar 90-100 an. tapi sekarang, 55 spmb, sisanya ga tau lah nemu dimana]
bapak rektor, sebagai anak yang belajar di Institut Terkomersil di Bandung, saya ga bilang anak USM itu ga pinter. atau segala program bridging yang bapak canangkan itu ga guna, atau mungkin program internasional itu ga penting untuk mengangkat derajat harkat martabat bangsa kita di dunia internasional.. saya juga tidak cukup pinter untuk menghitam-putihkan manusia berdasarkan IQ-nya. atau tidak cukup dangkal untuk iri melihat cewe2 institut ini semakin lama semakin lucu dan imut dibanding saya..
tapi plis bapak…
ada 1 anak di belahan nusantara ini- yang kita bisa mengabaikan IQ-nya- sedang belajar dengan sungguh2, berjuang untuk mimpinya, berharap bisa mengubah nasib keluarganya, rela mengajar private biar bisa ikutan bimbel termurah sekalipun. yang mengagungkan ilmu.. yang pengen ketrima SPMB biar pinter.
untuk 1 orang ini, saya mohon, jangan tukar nilai pendidikan yang luhur dengan uang berapapun. tolong, institut ini semakin murahan. kebijaksanaan nya berpihak pada nama baik, berpihak ama rektorat… mahasiswa? yang penting kalian belajar, uang kalian cuma cukup untuk bayar dosen, tidak pengetahuan baik buruknya bangsa ini! titik! belajar sana! dikasi flashdisk 1 giga juga berhenti ngoceh, ancam DO biar mantap! ancur…
gile, pahlawan bangsa kita kita kalo idup lagi, nangis kali. Capek2 gw mati untuk membangun bangsa ini. ngapain? untuk pendidikan yang ga merata? duh, mana kedaulatan institut ini? kotor…
“ada yang bilang satu-satunya kemewahan yang tersisa bagi generasi ini adalah idealismenya”
but i said, “you are old when u don’t have any idealism.. “
terdiam,
menekur,
bergerak.. pasti
2 Comments »
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- September 2007 (2)
- August 2007 (3)
- July 2007 (5)
- June 2007 (5)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
akh… itebe makin tahpapa pula…
dulu, orang harus pintar biar kaya…
sekarang, orang harus kaya biar pintar…
duh..
Mungkin kita sekarang ini ngga bisa berbuat apapun selain ngoceh dan berharap didenger ama rektorat Na. Tapi, menurut gue, yang penting itu apa yang bakal kita lakuin kalo nanti kita udah punya duit dan kekuasaan.. semoga kita ngga lupa sama hal-hal yang beginian ya..
Eh Na.. kalo cewe-cewenya makin lucu dan imut, gue seneng donks. Bisa cuci mata. Lebih bagus dibanding ribut ama lo terus kan